Hemmmm… Tulisanku Tentang Profil Prof. Karim Suryadi di Wikipedia dikutip Wartawan PR

Selepas pulang kerja, seperti biasanya saya membaca koran Pikiran Rakyat. Kebetulan sudah beberapa tahun ini saya langganan koran yang terbit di Bandung itu. Membaca koran menjadi salahsatu aktivitas yang tak ingin saya lewatkan setiap harinya.

Saat membuka halaman muka pandangan saya langsung tertuju foto besar dengan judul “Tiga (“Orang Biasa”) Menguak Takdir”. Selanjutnya saya melihat bagian bawah koran masih pada halaman muka. Nampak di situ ada lima foto berjejer dan foto yang paling kiri adalah sosok yang saya kenal. Ya, beliau adalah Prof. Karim Suryadi, M.Si, dosen saya sewaktu kuliah di jurusan PKn UPI Bandung. Judul dibawah foto yang berjejer tertulis Inilah Sosok Anggota Dewan Juri.

Oh, rupanya Pak Karim didaulat Pikiran Rakyat menjadi Dewan Juri. Saya penasaran kemudian saya baca pertama kali tulisan Inilah Sosok Anggota Dewan Juri itu. Rupanya Pak Karim menjadi Ketua Dewan Juri Pangajen Pikiran Rakyat Nonoman Panaratas 2017. Program ini merupakan anugerah Pangajen Pikiran Rakyat kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki prestasi di lingkungan masyarakat dan dianggap memberi sumbangsih bagi kemajuan sosial.

Selain Pak Karim Suryadi ada beberapa nama lain yang menjadi dewan juri yaitu: Asep Warlan Yusuf, Hawe Setiawan, Acuviarta Kartabi dan Subagio Budi Prayitno.

Setiap anggota dewan juri dituliskan profil singkatnya. Saat membaca profil Pak Karim saya kok merasa begitu familiar dengan kalimat-kalimatnya. Setelah saya mengingatnya saya paham bahwa tulisan profil Pak Karim itu terdapat di Wikipedia. Nah, kebetulan saya yang menulis profil Prof. Karim itu di Wikipedia.

Berikut profil Prof. Karim di Wikipedia yang saya tulis kemudian dikutip wartawan Pikiran Rakyat tersebut. Lengkapnya ada di sana.

“Selain sebagai akademisi, ia juga dikenal sebagai pengamat politik,[3][4] peneliti, narasumber,[5] kolomnis,[6]dan penulis.[7] Sosoknya sering tampil sebagai narasumber talkshow dan diskusi politik di media televisi nasional seperti Metro TV,[8] TVOne,CNN Indonesia dan televisi lainnya.

Namanya pernah disebut sebagai salah satu tokoh Jawa Barat yang diunggulkan sebagai calon menteri pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Semasa menjadi mahasiswa pada jurusan PMPKN Universitas Pendidikan Indonesia Karim aktif menulis. Ia sering mengikuti lomba menulis mahasiswa tingkat nasional. Beberapa lomba menulis yang diikutinya berhasil meraih juara. Pengalamannya terlibat dalam dunia kepenulisan itulah yang menghantarkannya menjadi penulis produktif.”

Dari apa yang ditulis di koran PR itu ada beberapa kata yang dihilangkan atau diganti namun secara umum kalimat-kalimatnya merupakan tulisan saya. Hemmmm… senang ada wartawan mengutif tulisan saya. Hehehee….

Selain senang saya juga merasa bangga. Pertama, dosen saya menjadi tokoh yang berpengaruh sehingga dipercaya menjadi Ketua Dewan Juri Pangajen Pikiran Rakyat itu. Adapun kedua, karena tulisan saya di wikipedia dikutip wartawan. Insya Allah saya akan teruskan kebiasaan saya menulis di wikipedia.  Menulis nampaknya sudah menjadi passion hidup saya.

***