Nela Zuhal: “Hafalan Al-Qur’an Saya Baru 18 Juz”

“Saya mulai hafalan Al-Qur’an selepas subuh pukul 05.00 sampai setengah tujuh. Kemudian 15.30 WIB mengikuti pengajian sampai jam 17.00. Adapun muroja’ah dilakukan mulai pukul 22.00-23.00 WIB,” tutur Nela. Itulah sedikit cerita dari siswi kelas 8H MTs Negeri Majenang yang beberapa hari lalu berhasil meraih juara 1 lomba tahfidz dalam Aksioma tingkat KKM MTs Negeri Majenang. Tahun 2016 lalu, pada lomba yang sama Nela baru berhasil meraih juara 2.

“Hafalan saya baru sedikit. Baru 18 juz,” ujarnya merendah. Nela bercerita bahwa dirinya telah mondok di Pesantren Manalussalamah, Pahonjean yang diasuh K.H. Salamah Riyadi sejak masih duduk di kelas 3 SD sampai sekarang. Cita-citanya semenjak kecil ingin menjadi penghafal Al-qur’an atau seorang hafidzoh dan bermanfaat bagi sesama.

Nela lahir dari pasangan Saimun (wiraswasta) dan Siti Hasanah (wiraswasta) sebagai bungsu dari tiga bersaudara. Ia memiliki hoby memasak. Hampir setiap hari saat di pesantren selain ngaji dirinya belajar memasak bersama teman-temannya.

“Sedihnya jauh dari orang tua,” itu ungkapan hati Nela saat ditanya bagaimana perasaan mondok di pesantren sejak kecil. Namun, dibalik rasa sedihnya itu ia mengaku banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan menghafal Al Quran. Salah satu dintaranya prestasi Nela tak ketinggalan dibandingkan teman-temannya yang tidak mondok. Prestainya pun tak bisa dipandang sebelah mata. Saat duduk di kelas 7 MTs Negeri Majenang ia meraih peringkat kedua, dan kini di kelas 8 berhasil raih peringkat pertama. Begitu pula saat di SD, walaupun harus mengaji di pesantren ia berhasil langganan peringkat 1 sampai 3 di kelasnya.

Manfaat lain yang ia rasakan adalah hatinya yang selalu merasa tenang. “Dengan menghafal Al Qur an saya jarang merasa galau seperti yang dirasakan teman-teman lain,” ungkapnya.

Selamat untuk Nela. Semoga cita-citamu yang mulia dapat terwujud!

Amiin ya robbal alamin