Penulis Novel yang Diadaftasi ke Layar Lebar itu Ternyata Guru Madrasah

Muda, cantik dan miliki bakat menulis. Itulah gambaran singkat dari Ira Madanisa Br Tarigan, S.Pd, M.Si. Perempuan asli Karo yang lahir pada 27 Mei 1987 tersebut tak disangka adalah seorang guru madrasah di KMI Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan.

Prestasinya spektakuler yaitu berhasil menulis novel Cahaya Cinta Pesantren (Penerbit: Tiga Serangkai Solo) yang kemudian diadaftasi menjadi film layar lebar dan tayang pada awal 12 Januari 2017 di bioskop-bioskop tanah air.  Sepertinya guru madrasah yang memiliki prestasi seperti itu baru dirinya.

Ira begitu panggilannya seolah menjawab sisi lain guru madrasah. Ternyata guru madrasah mampu menulis—termasuk novel sekalipun. Karyanya pun mendapat apresiasi dari sineas Indonesia. Fakta ini  semakin menegaskan bahwa kemampuan dan potensi guru madrasah tak bisa dipandang sebelah mata. Prestasi Ira tentu akan menginspirasi para guru madrasah lainnya untuk terus berkarya dan berkarya sesuai dengan minat dan talentanya masing-masing.

Menulis, traveling, kuliner dan menemukan hal baru merupakan hoby Ira. Bahkan menulis merupakan hoby yang telah ia geluti sejak masih duduk di bangku SD. Baginya menulis sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya sehari-hari.

novel3
Ira Madanisa Br Tarigan, S.Pd, M.Si.

Ira mengawali pendidikan di SDN No. 06023  Medan pada 1993-1999, kemudian melanjutkan ke MTs Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudhtul Hasanah Medan Tahun 2000-2002. Setelah lulus ia masuk pada MA Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudhtul Hasanah Medan Tahun 2003-2005. Gelar sarjana pendidikan ia peroleh dari Universitas Islam Sumatera Utara pada juruan Matematika FKIP Tahun 2006–2009. Adapun magisternya berhasil dilesaikan pada tahun 2013-2015 pada kampus yang sama dengan jurusan Operasi Riset.

Saat ini selain mengajar dan menulis ia juga menjadi pembicara atau pemateri dalam kegiatan pelatihan kepenulisan baik di tingkat lokal maupun nasional.