Mengenal Prof. Dr. H. Djam’an Satori, M. A.

penadeni.com | Sosoknya tegas dan disiplin. Dua mata kuliah yang saya ikuti pada semester dua dan tiga menegaskan sifat tersebut. Beberapa teman menyebutnya ‘terlalu disiplin’ terutama saat kehadiran kuliah yang harus ontime. Saya menyikapinya dengan positip bahwa harus seperti itulah seorang dosen yang profesional. Teman lain berpandangan sebagai dosen yang kadang ‘menegangkan’. Tak heran saat akan kuliah ada beberapa mahasiswa yang merasa khawatir terutama kalau terlambat masuk karena akan diberi tanda bintang pada absensi kuliah. Namun sesungguhnya ia juga memiliki rasa humor yang tinggi. Berbicara lugas dan to the point memang menjadi karakter khasnya. Misal terungkap kata guru tersesat bagi mereka yang menjadi guru bukan karena panggilan hati namun lebih karena situasi dan kondisi. Dalam istilah lain terungkap “penyakit bawaan” bagi orang yang rasa malasnya tidak tertoleransi dan cenderung abai pada norma-norma yang berlaku. Kalau dicermati joke-joke beliau ada benarnya.

Dalam pandangan Islah Sadana, mahasiswa kelas 15 H asal Tasikmalaya, beliau adalah sosok yang berilmu, berbudi dan berbakti. Sedangkan Margiati, mahasiswi yang juga guru MAN Majenang menilai Prof. Djam’an sebagai pribadi yang pintar, disiplin dan tegas.

Usianya tidak lagi muda. Tepat pada 2 Agustus esok usianya genap 66 tahun. Namun, kemampuan berfikir dan analisisnya masih tajam. Saat diskusi banyak lontaran ide dan gagasan yang membuat saya harus lebih banyak membaca. Isu-isu aktual di dunia pendidikan selalu ia sampaikan saat perkualiahan. Wawasannya luas dan pengalamannya pun sudah sampai ke beberapa negara maju. Banyak informasi seputar kebijakan pendidikan di negara maju ia share dan sampaikan dengan jelas. Apalagi pada mata kuliah Seminar Kajian Pendidikan, materi diskusi sering memancing rasa penasaran dari teman-teman mahasiswa. Saat memberikan kuliah kerap memberi motivasi kepada mahasiswa untuk lebih maju dan berprestasi.

Prof. Djam’an Satori (tengah) bersama anggota BAP S/M Provinasi Jabar

Dialah Djam’an Satori. Seorang guru besar pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ia mengawali pendidikan pada S-1 Administrasi Supervisi, IKIP Bandung  tahun 1974. Kemudian S-2  Education pada Macquarie Univ. Australia  tahun 1983. Sedangkan S-3  pada jurusan Administrasi Pendidikan di IKIP Bandung  selesai tahun 1989. Jabatan fungsional guru besarnya diraih tahun 1998 pada bidang ilmu/keahlian administrasi pendidikan. Ketua Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) Provinsi Jawa Barat itu lahir pada 2 Agustus 1950 di Ciamis.

Diantara buku karyanya yaitu Metodologi Penelitian Kualitatif  (Alvabeta).