Alumni MTs yang Menjadi Doktor

penadeni.com | Fathul Aminudin Aziz atau lebih dikenal dengan panggilan Amin Aziz merupakan salah satu alumni MTs Negeri Majenang yang sukses dalam dunia akademik, organisasi dan wirausaha. Lelaki kelahiran Cilacap, 3 April 1968 ini beberapa bulan lalu berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tertinggi yaitu strata 3 (S3) dan mendapat amanah menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Purwokerto.

Suami dari Faiqoh Subky (Kepala MA El-Bayan Majenang) yang kesehariannya berprofesi sebagai dosen STAIN Purwokerto dan STAIS Majenang tersebut termasuk salah satu tokoh Cilacap. Ketokohannya terekam ketika saat pilkada beberapa tahun silam sempat menjadi kandidat Wakil Bupati Cilacap. Begitu pula di bidang keagamaan, ia pernah didaulat menjadi khatib dalam pelaksanaan sholat Idul Adha di Alun-alun Cilacap. Dalam organisasi jabatan penting yang pernah disandangnya menjadi ketua PC Ansor Kabupaten Cilacap.

Ketua Komisi B Senat STAIN Purwokerto yang hobi bermain badminton ini telah banyak menulis buku. Diantara sebagian bukunya mengenai MS Word, Exel, Khabar dari Langit, Manajemen Dalam Perspektif Islam, Manajemen Pesantren, Manajemen Ansor Aswaja, Kewirausahaan Dalam Islam dan lainnya. Tersenyumlah, itu motto hidup yang dipegang ayah dari Fahira Aziza, Fahreza Nabiel Aziz dan Farrel Ababiel Aziz.

Dibalik kesuksesannya sebagai seorang akademisi, organisatoris dan pengusaha, mantan ketua OSIS MAN II Yogyakarta ini memiliki pengalaman hidup yang berkesan sampai sekarang. “Saat itu saya pertama kali diangkat menjadi CPNS di Irjen Kemenag Pusat. Gaji saat itu sebesar Rp. 165.000 sedangkan biaya kost mencapai Rp. 200.000 perbulan. Saya dituntut kreatif mengatur keuangan,” ujarnya sembari tersenyum. Salah satu cara untuk mensiasati kondisi tersebut, Aminudin Aziz sempat indekost bersama temannya sebanyak 4 orang dalam satu kamar. Untuk makan lebih sering menyantap mie instan agar biaya hidup dapat ditekan sedemikian rupa.

Lain dulu, lain sekarang. Aminudin Aziz kini telah sukses. Di tengah kesibukannya sebagai seorang dosen masih sempat menggeluti berbagai usaha. Laksana Komputer yang berada di Kota Majenang merupakan salah satu usaha yang ia tangani bersama isterinya. Selain itu di Purwokerto membangun beberapa kost-an untuk mahasiswa dan diantaranya dijadikan pesantren mahasiswa. Yayasan El-Bayan Majenang yang ia ketuai menyelenggarakan pendidikan mulai dari MI. MTs, MA, SMK dan kursus lainnya.

aziz-dan-jokowi
Amin Aziz (kiri) saat bersama Presiden RI, Ir. Joko Widodo

Visinya yang ingin membantu orang lebih banyak menjadi motivasi kuat dirinya untuk terus berkarya. Tak heran kesibukannya yang terus menerus mengahadang tak membuat ia patah semangat. Faidza Faraghta fanshab (bila telah selesai satu urusan maka segera selesaikan urusan lainnya) menjadi landasan dirinya dalam melakukan beragam aktivitas kesehariannya.

Ia melihat bahwa MTs Negeri Majenang sudah masuk kategori madrasah unggulan. Letak yang strategis, bangunan refresentatif dan para guru yang 97 persen bersertifikat pendidik merupakan modal besar. Sebagai almuni beliau mengusulkan adanya peningkatan kualitas dalam manajemen MTs yang meliputi input, proses dan output.

“Dengan meningkatkan input, proses dan ouput itulah, maka insya Allah, MTs Negeri Majenang akan menghasilkan outcome yang luar biasa. Selain itu MTs harus memiliki ciri khas yang terukur yang menjadi pembeda dengan sekolah atau madrasah lain,” ungkapnya mengakhiri obrolah dengan admin web di tokonya yang sangat luas beberapa minggu lalu.
***