Lebih Dekat Dengan Pak Kamad

kamadNamanya Moch. Makhrus. Sebagian guru memanggilnya pak haji. Beliau sejak 2010 sampai sekarang menjabat Kepala MTs Negeri Majenang. Pak haji lahir di Cilacap pada 3 Maret 1960. Mulai menjadi CPNS sejak tahun 1983 sebagai staf di Kantor Kemenag Cilacap sampai Desember 1983. Pada 1 Januari 1984 menjadi DPK di MTs PP Cigaru Majenang. Terhitung 1 Juli 1990 beralih menjadi guru dan mengajar di MTs PP Cigaru, Majenang. Selanjutnya dalam beberapa periode menjadi KepalaMTs PP Cigaru Majenang. Pada tahun 2009 dimutasi menjadi Kepala MTs Negeri Karangpucung. Selanjutnnya pada awal 2010 dimutasi menjadi Kepala MTs Negeri Majenang sampai sekarang.Semenjak menjadi kamad di MTs Negeri Majenang, banyak program yang digulirkan pak haji di madrasah negeri tertua di Cilacap ini. Sebagian besar ide dan programnya telah dirasakan manfaatnya oleh warga madrasah. Mulai penataan sistem, pemberdayaan SDM, pengelolaan dan penambahan rombel serta pembangunan gedung madrasah, penambahan ruang kelas hingga perluasan musholla.

Di bawah kepemimpinannya, MTs Negeri Majenang semakin menunjukkan perkembangannya yang cukup pesat. Banyak prestasi yang telah dicapai baik akademik maupun nonakademik. Tiga tahun berturut-turut berhasil meluluskan siswa 100 persen, meraih berbagai kejuaraan siswa baik tingkat kecamatan, kabupaten maupun provinsi. Begitu pun semenjak ia memimpin, tercatat  sudah ada 4 siswa lulusan MTs Negeri Majenang yang diterima di MAN IC. Satu orangdi MAN IC Serpong, Tangerang dan tiga orang di MAN IC Jambi.

Salah satu guru senior, Drs. H. Sukur mengemukakan bahwa sosok Moch. Makhrus termasuk kamad yang langka. “Menurut saya beliau itu sosok yang tegas namun tetap fleksibel. Selain itu memiliki ruh kedisiplinan dan penampilannya sederhana atau low profil,” tutur guru fikih itu. Adapun dalam pandangan Sri Suryani, S.Pd., M.Si (guru IPA) pak haji adalah orang yang berupaya membangun kebersamaan dalam setiap kegiatan madrasah. Selalu bersemangat untuk mewujudkan MTsN Majenang yang lebih baik. “Kualitas SDM dan kuantitas sarpras penunjang pembelajaran selalu menjadi fokus untuk selalu ditingkatkan selama memimpin madrasah,” ungkap alumni UGM tersebut.

Pria berkumis yang telah makan asam garam di dunia pendidikan itu memiliki harapan bahwa ke depan, madrasah semakin berkibar dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Dalam setiap pembinaan yang disampaikan kepada semua pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik beliau selalu menanamkan untuk terus meningkatkan kualitas diri, optimisme dan  kepercayaan diri.

“Tunjukkan bahwa madrasah memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan sekolah lainnya,” demikian ujar pengasuh pondok pesantren Miftahul Huda, Cigaru, Majenang.

Pendidikan sarjananya ditempuh di Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Galuh, Ciamis begitu pula pascasarjananya  masih di Unigal dengan konsentrasi manajemen pendidikan. Sosoknya yang bersahaja dan memiliki semangat yang tinggi untuk terus meningkatkan madrasah menjadi trade mark dari sosok yang juga menjabat Pembantu Ketua IV STAIS Majenang itu.