Darto, Guru yang Jago Bermain Tenis Meja

Darto merupakan salah satu pendidik MTs Negeri Majenang yang dikenal sebagai guru yang jago bermain tenis meja. Kesehariannya sebagai pengampu mapel Bahasa Arab tidak menghalanginya untuk menguasai olahraga asal Inggris tersebut. Berawal dari hobi bermain pingpong sejak masih remaja telah membawa guru kelahiran Brebes, 25 Agustus 1976 ini meraih banyak prestasi.

Sebagian prestasinya berhasil meraih Juara 1 Lomba Tenis Meja HAB Kemenag Kabupaten Brebes tahun 2008. Juara 3 Lomba Tenis Meja Hardiknas Kecamatan Majenang tahun 2012. Juara 1 Lomba Tenis Meja HAB Kemenag Kabupaten Cilacap tahun 2012 dan pada tahun 2013 masih dalam lomba yang sama kembali meraih juara pertama.

Miliki Kemauan dan Luangkan Waktu Berlatih
Menurutnya ada dua kiat yang musti dimiliki siapapun yang ingin meraih prestasi di bidang olahraga tenis meja. “Kuncinya ada dua, miliki kemampuan yang kuat dan luangkan waktu untuk berlatih minimal tiga kali dalam seminggu,” ujarnya. Kemampuannya dalam bermain tenis meja ia tularkan pula kepada anaknya, Fadhil Muhammad. Tahun 2014 ini, putra semata wayangnya itu berhasil meraih juara 3 Lomba Tenis Meja dalam kegiatan Popda SD tingkat kabupaten Cilacap. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, itulah barangkali ungkapan yang tepat menggambarkan ayah-anak yang sama-sama pintar bermain tenis meja.

Beliau pun mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang diperoleh kalau menguasai permainan tenis meja. Selain dapat menyehatkan badan juga menjadi sarana menjalin persahabatan. Karena dalam permainan tenis meja walaupun terjadi persaingan tercipta pula hubungan baik sesama pemain.

Suami dari Titin Fitriyatin ini pendidikannya dimulai dari SDN Kluwut (lulus tahun 1988), MTs Al-Mubarok, Tanjung (lulus tahun 1991), MA Ashiddiqiyah, Jakarta (lulus tahun 1994). Adapun gelar sarjana agamanya diperoleh dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta jurusan Bahasa Arab pada tahun 1999.

Karirnya sebagai guru diawali dengan mengabdi di almamaternya sendiri pada MTs Al Mubarok, Tanjung, Kabupaten Brebes mulai 2001 hingga 2006. Selanjutnya menjadi guru honorer di MTsN Model Brebes dari 2006 sampai 2010. Pada penghujung tahun 2010, tepatnya bulan September, pria yang pernah mondok di Pesantren Ashiddiqiyah, Jakarta tersebut mengikuti tes CPNS di Kementerian Agama Kabupaten Cilacap dengan melamar sebagai guru Bahasa Arab dan dinyatakan lulus. Maka sejak Mei 2011 sampai sekarang ditugaskan sebagai guru bahasa Arab di MTs Negeri Majenang, Kabupaten Cilacap.

Konsekuensinya ia harus berjauhan dengan keluarga besarnya di Brebes. Namun, Pak Darto yang mengidolakan nabi Muhammad SAW itu merasa enjoy menjalani tugasnya karena bisa mengamalkan ilmunya dan berbagi pengalaman dengan teman sejawatnya di Majenang.

“Kebahagiaan itu bukan hanya milik sendiri tetapi juga milik orang lain,” ungkap ayah dari Fadhil Muhammad tersebut saat ditanya motto hidupnya.