Sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru Madrasah (Bag 1)

Kementerian Agama Kabupateten Cilacap menggelar Sosialisasi Kurikulum 2013 bertempat di Hotel Intan 3 Cilacap. Kegiatan sosialisasi dibagi dalam beberapa angkatan. Saya berkesempatan untuk mengikuti sosialisasi dan masuk angkatan 3 untuk guru MTs. Acara sosialisasi dimulai pukul 08.00 dan rencananya berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 2-6 Desember 2013.

Narasumber pertama disampaikan oleh Bapak Parmin, M.Pd seorang dosen di UNNES yang usianya masih muda. Saya merasa bahwa narasumber pertama ini menarik dan tidak mboseni. Penyampaian materi yang diselingi dengan gurauannya yang khas dan segar membuat peserta tetap antusias. Dosen kelahiran Cilacap tersebut mampu menyuguhkan materi dengan menyenangkan. Empat jam pun tidak terasa ketika pria berkulit hitam manis itu berbicara.

Mengawali penyampaiannya beliau memaparkan tujuan sesi Mindset yakni mengubah pola pikir dalam mendidik siswa madrasah untuk menjadi insan yg kompetitif, unggul dan berkarakter melalui penerapan kurikulum 2013. Selanjutnya ada ciri khas dari kuriulum 2013 bahwa para guru harus menyajikan pembelajaran secara menyenangkan dan efektif. Itu kata kunci yang musti dipegang para guru madrasah.

Pak Parmin sempat mengajukan pertanyaan kepada peserta : jika Tuhan memberi waktu 10 menit lagi saudara meninggal, pesan apa yang akan disampaikan buat para murid? Banyak peserta yang merupakan para guru berbagai mapel dari MTs negeri dan swasta se-Cilacap itu yang merespon dengan jawaban bermacam-macam. Mulai dari pesan rajin belajar, jadi anak sholeh, hormati orang tua dan guru bahkan ada yang menjawab boro-boro memberi pesan mungkin akan lebih banyak berdoa dan bertobat. Makna dari pertanyaan tersebut bahwa jikalau para guru madrasah selalu ingat mati, maka insya Allah pembelajaran akan lebih baik. Kinerja guru lebih meningkat dan prestasi siwa melejit. Karena para guru akan selalu berupaya memberikan yang terbaik.

Selanjutnya pria yang lahir pada 21 Januari 1979 itu memaparkan tentang Refleksi abad ke-21 yang harus dipahami oleh para guru. Dengan menggunakan tayangan LCD, beliau ungkapkan bahwa di abad 21 muncul beberapa fenomena diantara terjadi perubahan begitu cepat, penuh ketidakpastian dan bergejolak, Hyper competition, peradaban camera, self centred, minat baca meningkat (tetapi hanya ringkasan atau kalimat pendek). Fenemona tersebut menuntut para guru untuk berubah. Menurutnya manusia pada dasarnya ingin berubah tetapi ‘Tak Mau Diubah” dengan mengutip pendapat Rhenaldi khasali.

Generation gap ——-generasi kertas-pensil vs geneeasi smartphone

Mengapa terjadi kesenjangan? Sumbernya adalah pendidikan
Pendidikan bisa melahirkan manusia passenger dan driver bisa juga bad driver dan bad passenger

Perubahan yang kontras
From to
Sekolah adalah segalanya sekolah, keluarga, pergaulan social (society)
Menghafal berfikir
Pasif assertive
IQ fixed mindset growth Mindset

Perubahan (kontras)
From to
1. Beban besar dan wibawa guru fun and enjoyment
2. Paper based attitude dan activity based
3. Parsial sales integrited
4. What we have what we develop

Mengapa manusia sulit mengalami perubahan
– Karena ‘bukan dari saya’
– Tidak mampu melihat
– Blur. Tidak focus, kurang kontras
– Merasa terancam .budaya foto-foto
– Sulit beradaptasi
– Kurang membaca
– Over reactive
– ‘jauh’

Tuntutan baru ; Merajut kembali Indonesia
1. Berani sesuai bakat
2. Lebih berat lebih baik
3. Konstektual (
4. Kehormatan
5. Keterampilan
6. Ketegasan
7. Metode (gunakan metode yang mengarah kepada cinta/bangga Indonesia)
8. Budaya lokal

Perubahan pola pikir
1. Guru dan buku teks bukan satu-satunya sumber belajar
2. Kelas bukan satu-satunya tempat belajar
3. Belajar dapat dari lingkungan sekitar
4. Mengajak siswa mencari tahu bukan diberitahu
5. Membuat siswa suka bertanya bukan guru yang sering bertanya
6. Menekankan pentingnya kolaborasi —–guru dan siswa adalah rekan belajar
7. Proses nomor satu, hasil nomor dua
8. Teaching —-tutoring
9. Siswa memiliki kekhasan masing-masing
Mengubah diri sendiri perlu waktu apalagi peruabhan kepada orang lain.