Catatatan Kecil Pernikahan Irfan

Muhammad Irfanurdin Kurniawan, adik kedua  boleh jadi beberapa minggu ini sedang merasakan kebahagian. Apa pasal? Karena dia telah berhasil mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi seorang gadis yang juga cucu pendiri pondok pesantren Darunnajah. Salah satu pesantren besar yang berada di Jakarta Selatan.

Saya yang kebetulan ikut menghadiri lamaran dan juga pernikahannya turut berbahagia  dan bersyukur. Betapa perjuangan Irfan, yang alumnus Gontor itu tidaklah ringan. Menurut penuturan sang ayah, perjalanan cintanya sempat mengalami pasang surut. Mahasiswa pascasarjana ISID Gontor itu pernah mengalami lika-liku ‘cinta’ sampai akhirnya ketemu dengan isterinya yang sekarang ini. Dan seperti yang sering didengar bahwa jikalau dilalui evisode kehidupan ini dengan ikhlas maka akan mendapat ‘sesuatu’ yang indah pada waktunya. Irfan barangkali termasuk orang yang merasakan hal tersebut. Betapa tidak, Irfan berhasil mempersunting sosok yang selama ini didambanya. Sosok yang cantik, baik, dan cucu kyai.

Saat menghadiri prosesi ijab kabul, saya terharu. Acara pernikahannya dihadiri para kyai, ustadz dan guru ngaji di pesanten Darunnajah. Begitu pun saat resepsi yang digelar di gedung pertemuan Darunnajah banyak dihadiri orang penting diantaranya Dr. H. Hidayat Nurwahid, MA—–Mantan Ketua MPR RI yang juga alumnus Gontor.

Tidak banyak kata yang terucap dari lisan saya selain rasa haru yang membuncah seraya mengucap syukur atas pernikahan adik yang kedua itu. Semoga terwujud keluarga yang didamba. Kelurga sakinah, mawaddah dan warahmah atau lebih dikenal dengan Samara. Amin ya Rabb.