Ariesta Indriawati : Membuat Karya Tulis itu Tidaklah Sulit

Di tengah banyaknya guru yang kesulitan meraih golongan IV B karena terbentur pengumpulan angka kredit berupa karya tulis ilmiah, Ariesta Indriawati, S.Pd boleh jadi salah satu guru yang langka terlebih beliau berada di lingkungan Kementerian Agama. Guru IPA MTs Negeri Majenang itu berhasil meraih golongan IV B, yang selama ini oleh sebagian besar guru masih dianggap momok yang sulit untuk dicapai.

Berdasarkan data pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP ) Semarang, guru golongan IV/b masih sangat sedikit bila dibanding dengan IV/a. Sukartono (LPMP Jateng : 2010) pernah melansir bahwa persentase guru PNS di Jawa Tengah yang berhasil naik pangkat ke golongan IV B masih sedikit. Untuk kategori SD (0,20 persen), SMP (2,04 persen), SMA (1,65 persen) dan SMK (1,46 persen).

Barangkali, keberhasilan Ariesta itu tidak lepas dari motivasinya yang ingin selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidupnya. Isteri dari Purnomo, S.Pd (guru SMPN 2 Majenang) itu lahir di Cilacap, pada 9 April 1973. Selama ini beliau aktif menulis terutama melalui majalah pendidikan. Cukup banyak ide gagasan dan pengalaman mengajarnya yang beliau tuangkan dalam bentuk makalah atau artikel.

Ariesta Indriawati yang alumnus UNS sempat memberikan kiat suksesnya. Pertama, miliki kemauan kuat untuk meraih IVB. Kedua, perbanyak membaca dan bertanya kepada teman sejawat yang telah meraih IV B dan ketiga, rajin menulis karya tulis ilmiah berupa makalah, artikel, diktat, PTK dan karya tulis lainnya. “Membuat karya tulis tidaklah sesulit yang dibayangkan,” ujar ibu dari Mouriska Aurelia Safitri dan Nadhira Mourizya Naya Dewani tersebut.

***

Dimuat di Suara Merdeka, rubrik tilik kampung