Sholat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Qurban

Enam ratus lebih siswa MTsN Majenang dengan penuh kekhusyukan melaksanakan Shalat Idul Adha 1433 H di halaman MTsN Majenang, Jum’at (26/10) kemarin. Bertindak sebagai imam. K.H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd yang juga Kepala MTsN Majenang, sedangkan yang menjadi khatib yaitu K.H. Drs. Syukur. Tidak ketinggal Bapak dan ibu guru beserta karyawan di lingkungan MTsN Majenang ikut melaksanakan Shalat Idul Adha tersebut. Selain itu turut juga hadir istri/suami dari guru karyawan serta putra-putrinya.

Dalam suasana penuh keceriaan, para siswa sejak pagi berkumpul di halaman MTsN Majenang untuk mengikuti pelaksanaan Shalat Idul Adha. Suara takbir terus mengumandang memuji Sang Illahi Rabbi yang dipandu oleh Asyari Anggara—–siswa yang pernah meraih Juara 1 MTQ Tingkat Majenang. Takbir berhenti sekitar pukul 06.40 WIB untuk memulai Shalat Idul Adha.

Ceramah yang dibawakan oleh khatib Bapak K.H. Drs. Syukur mengupas sejarah disyariatkannya pemotongan hewan qurban pada masa nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. “Adanya perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih putranya Ismail AS adalah dalam rangka ujian terhadap kesetiaan dan loyalitasnya kepada Allah SWT,” ujarnya. Selanjutnya beliau mengajak para jamah untuk mentauladani sosok Ibrahim dan Ismail dalam kehidupan sehari-hari.

Dua sapi dan enam ekor kambing
Setelah pelaksanaan shalat diadakan pemotongan hewan qurban. Menurut Kepala MTsN Majenang, H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd untuk tahun ini keluarga besar MTsN Majenang berqurban sebanyak 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang berasal dari guru/karyawan dan siswa. Adapun pemotongan dan pentasyarufan tiga ekor kambing diserahkan ke masjid-masjid di kecamatan Majenang yakni Masjid Baitun Nur Rawalo, Masjid Al Bahriyah Mulyadadi dan Masjid Abdul Hamid Pahonjean.

Sedangkan tiga ekor kambing dan dua sapi dipotong di MTsN Majenang dan dagingnya dibagikan kepada warga masyarakat di lingkungan kecamatan Majenang. “Kita berharap kegiatan ini akan terus digelar dan alhamdulillah hewan qurban yang dipotong jumlahnya semakin bertambah,” ungkapnya.
(Deni Kurniawan As’ari, S.Pd, guru MTsN Majenang)