Siswa MTsN Majenang Lolos Tes Insan Cendekia

Persaingan, Mufid Abdilah alumnus 2012 MTsN Majenang, Cilacap, untuk bisa lolos Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, Tangerang Selatan, Banten sangat ketat.

Untuk mendapatkan tiket gratis, plus sekolah, makan, minum dan asrama gratis selama 3 tahun Mufid Abdilah harus berjuang menyingkirkan 3.376 orang peserta lainnya. Tahun ini MAN INsan Cendekia hanya menerima 240 orang, dibagi dalam dua yaitu 120 peserta Serpong dan 120 peserta didik untuk MAN Insan Cendekia Goropntalo.

Dalam seleksi tes tulis Mufid mengerjakan sekira 200-an soal dimulai pukul 07.00 dan baru berakhir pukul 17.00 WIB. Kegiatan tes dilaksanakan di MAN 1 Semarang pada hari Sabtu, (12/5) yang lalu. “Capek banget, tapi alhamdulillah bisa saya kerjakan dengan baik,”ujarnya.

MAN Insan Cendekia Serpong adalah sebuah Madrasah Aliyah Negeri setingkat Sekolah Menengah Atas berasrama yang terletak di Serpong, Tangerang Selatan. Sekolah yang didirikan oleh Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie melalui BPPT ini menerapkan prinsip keseimbangan antara penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan taqwa. Insan Cendekia menyeleksi secara ketat calon siswanya dengan mengadakan tes seleksi yang dilaksanakan di kota-kota besar di seluruh Indonesia (http://id.wikipedia.org/wiki/Insan_Cendekia). Salah satu Kelebihan sekolah ini adalah segala biaya pendidikan ditanggung seluruhnya oleh Kementerian Agama RI.

Saingan Ketat
Menurut Icih Sunarsih, S.Pd. (wali kelas) dan Solihun, S.Pd., M.Si. (pembimbing), tesnya sangat ketat. Para peserta disuruh mengerjakan soal-soal meliputi Tes Potensi Belajar, Matematika, Bahasa Inggris, Biologi, Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. “Ada sebagian peserta yang sampai pusing bahkan pingsan karena banyaknya soal yang harus diselesaikan,” ungkap Icih.

Mufid Abdilah yang hobi membaca ini, lahir dari pasangan Abdul Aziz (Alm) dan Marfu’ah sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Dia lahir di Cilacap, tanggal 7 Januari 1997. Remaja berperawakan jangkung itu bercita-cita ingin menjadi orang yang sukses. “Ingin menjadi orang sukses, bahagia dunia akherat dan membuat orang tua senang,” ujarnya ketika ditanya harapan yang ingin dicapai di masa mendatang. Mufid pun sempat berbagi kiat suksesnya. “Belajar dengan rajin tetapi tidak memaksakan diri sehingga tidak sampai membebani pikiran,” tegas, alumnus SD Negeri 06 Cileungsi tersebut.

Atas prestasi yang telah diraihnya, Mufid yang selama menjadi siswa di MTs sering mengikuti Olimpiade Matematika dan Lomba Bahasa Inggris itu mengaku sangat senang. Karena selain dapat bersekolah dengan gratis juga telah ikut mengharumkan nama baik keluarga dan tentu saja sivitas akademika MTs Negeri Majenang, sebagai tempat dia menimba ilmu selama tiga tahun ini.
***

Sumber: Suara Merdeka, 4 Juni 2012. Klik