Seputar Keikhlasan dan Implementasinya di Kehidupan

‘Jikalau semua yang kita inginkan harus terwujud, lantas di mana yang namanya ikhlas”. Kalimat tersebut bagi saya cukup dalam maknanya. Mengapa? Ya, karena memang tidak mungkin semua yang kita inginkan di kehidupan dunia yang fana ini dapat terwujud. Mungkin ada sebagian—-besar atau kecil yang telah terwujud, namun masih ada atau banyak yang tidak dapat terwujud. Itulah sunnatullah yang tidak dapat ditawar. Hakekat kehidupan dunia memang bukan tempat untuk terpenuhinya segala keinginan. Dunia menurut ahli agama sebagai lahan perjuangan untuk menyemai bekal di akherat. Bahkan dalam sebuah keterangan “Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” (Ar-Rum:64). Kemudian dalam keterangan lainnya, ”Maha Suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” Q.S Mulk 1-2 .

Tak dimungkiri, ada sebagian kecil orang yang barangkali telah terpenuhi keinginannya. Namun, pada akhirnya tetap saja tidak bisa semua. Contoh, seseorang yang ingin sehat selamanya. Keinginan ini mustahil tercapai karena pada gilirannya manusia akan menua dan sakit-sakitan untuk kemudian mati.

Persoalannya adalah bagaimana memenej keinginan tersebut? Saya melihat di kehidupan nyata ada orang-orang yang telah sukses melakukannya. Merekalah yang sudah mengimplementasikan keikhlasan dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindaknya.

Jadi salahsatunya dengan berfikir, bersikap dan bertindak ikhlas. Ikhlas dalam hal apa? Semuanya. Ikhlas ketika kenyataan belum sesuai harapan. Ikhlas ketika mendapati berbagai ujian kehidupan. Ikhlas ketika cita-cita belum terwujudkan. Ikhlas ketika hati merasakan kepedihan yang sangat. Ikhlas ketika ditinggalkan seseorang. Ikhlas ketika menerima seseorang apa adanya dan ikhlas untuk terus menapaki kehidupan ini walaupun teramat banyak masalah dan tantangannya.

So, ikhlas tidak hanya sekedar di bibir saja. Namun, yang terpenting bagaimana mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Rupanya itu butuh proses dan perjuangan. Berbahagialah bagi orang-orang yang telah melakukannya. Saya sendiri masih terus berjuang. Entah sampai kapan? Mungkin selama masih menjalani kehidupan ini.
Wallahu’alam.
***