Musibah itu Datang Tak Disangka

Musibah. Siapa yang tahu. Begitu pula diriku. Dua minggu lalu, saat mengendarai roda dua perjalanan pulang dari Madura Wanareja mengalami yang namanya musibah. Kecelakaan jatuh dari motor. Subhanallah. Tiga jahitan di tangan sebelah kiri menjadi pertanda musibah itu.  Tak disangka. Demikian batinku berbicara. Siapa pun tentu tidak bisa lepas dari yang namanya musibah. Berbagai macam musibah menerpa siapa saja.  Musibah sendiri dalam bahasa Indonesia diartikan “bencana”, “kemalangan”, dan “cobaan”.

Seminggu nyaris tidak bisa ke mana-mana. Hanya merasakan sakit dan senud-senud saja di dalam kamar. Sesekali keluar kamar untuk nonton tv, makan dan ke kamar mandi. Seminggu pula ‘terpaksa’ cuti. Ya, gimana lagi.

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.  (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Albaqoroh 156).

Ya, alhamdulillah, saat jatuh dari motor aku langsung serahkan sepenuhnya pada Allah SWT.  Aku ikhlaskan dengan apa yang menimpa diri. Barangkali memang sudah jatahnya harus mengalami kecelakaan. Berpuluh tahun berkendaraan motor selama ini dan alhamdulillah selamat. Maka kini merasakan yang namanya jatuh.  Boleh jadi karena kurang hati-hati atau ada teman yang nyindir ngelamun kali…

Bersyukur bahwa akibat jatuh tersebut tidak fatal.  Hanya tiga jahitan di lengan kiri, dua lecet di dengkul kaki kiri.  Tidak sampai patah tulang atau harus dirawat intensif di ruang UGD. Selebihnya hanya luka biasa. Bersyukur pula saat jatuh dari motor itu tidak ada bis di belakang. Tidak ada kendaraan lain yang menabrakku. Alhamdulillah.

Intinya, musibah di dunia kadang tak disangka. Dan kalau sudah datang tak bisa ditolak. Hati-hati jelas harus. Namun, kadang sudah hati-hati pun kalau sudah waktunya, tak bisa dielakkan. Saat seperti itulah perlu yang namanya sabar dan mengikhlaskan dengan semua yang terjadi. Semoga ada ibrah yang dapat dipetik.

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS Al Hadid: 22)

***