Mamah, Engkau Pahlawanku dan Selamat Hari Ibu untukmu

Jikalau ditanya siapakah sosok wanita yang kusayangi dan kubangggakan? Maka pasti dengan mantap jawabannya adalah ibuku alias mamahku. Ya, mamahku, sosok yang selama ini begitu pengertian. Apa yang menjadi kegundahanku mamah mampu mensikapinya dengan tepat dan bijaksana. Sosok sederhana namun penuh pengertian dan sabar itu boleh jadi anugerah terindah dan tak ternilai bagi hidupku. Episode kehidupanku yang terkadang muncul pernak-pernik masalahnya tetap mampu dilewati dengan bantuan dirinya.

Kusemakin mengerti kini. Kenapa seorang wanita memiliki banyak kelebihan yang Allah SWT berikan. Ya, karena wanita menjadi ibu yang harus dan perlu berbagi bahkan mengorbankan dirinya sendiri untuk sang anak. Dari ibulah kubanyak dapati sebuah pengalaman kehidupan tentang sabar dan tegar. Dianya yang berhasil menanamkan pentingnya komitmen terhadap sebuah keputusan walaupun pahit. Kebersamaanku selama masa kecil sampai menjelang kuliah semakin kusadari bahwa mamahku adalah pahlawan bagiku. Banyak hal yang beliau telah berikan, perjuangkan dan korbankan demi kehidupanku.

Atau dikisahkan ada seorang anak yang bertanya kepada Allah SWT, “Ya Allah, kenapa bundaku suka menangis?” Kemudian Allah SWT menjawab, “Karena bundamu seorang wanita. AKU ciptakan ia sbg mahluk yg sangat istimewa. AKU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anaknya. AKU lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman. AKU kuatkan rahimnya untk menyimpan benih manusia. AKU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah. AKU beri dia rasa sensitif untk mencintai anak-analnya dalam keadaan apapun. AKU kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi meski disakiti oleh anak-anaknya atau suaminya sekalipun. AKU beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya. Bundamu adalah makhluk yg sangat kuat. Jika suatu saat kau melihatnya menangis, itu karena AKU beri dia air mata yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membasuh luka batinnya sekaligus untuk memberinya kekuatan baru”.

Bahkan sampai saat ini pun, ketika aku membutuhkan uluran pendapat dan nasehatnya beliau selalu antusias untuk memberikannya. Tidak pamrih dan mengeluh. Intinya mamahku selalu menjadi motivator hidupku. Mamahku mampu membuat aku tersenyum kembali saat kehidupan yang paling pahit sekalipun.

Aku mencintai dan menyayangimu. Selamanya.

Selamat hari ibu untukmu mamahku. Engkaulau pahlawanku. Dulu, kini dan selamanya.***