Soedijarto, Sosok Aktivis Pendidikan Sejati

Prof. SoedijartoNamanya sangat singkat, Soedijarto. Mantan Ketua Umum ISPI dua periode itu—-1999-2009—-telah banyak berkiprah di dunia pendidikan Indonesia. Sebagian besar aktivitas kehidupannya tidak lepas dari persoalan pendidikan. Hidup dan kehidupannya didedikasikan penuh untuk kemajuan pendidikan. Pelbagai pemikiran dan gagasan cemerlangnya perihal dunia pendidikan dapat kita jumpai dalam berbagai makalah dan buku yang beliau tulis. Sepak terjangnya dalam mengkritisi berbagai persoalan pendidikan melalui organisasi ISPI kurun waktu 10 tahun masa jabatannya dapat kita telaah bersama. Diantaranya di sini, dan di sana.

Bersama Soedijarto di Hotel Seraton SurakartaSalah satu bukunya yang terkenal “Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita” banyak menginspirasi para praktisi pendidikan tanah air. Ketua Dewan Direktur CINAPS itu banyak menggeluti pengembangan pendidikan dan melakukan perbandingan dengan negara maju. Dalam buku itu banyak hal yang beliau ungkap. Mulai dari pembangunan sekolah sebagai pusat pembudayaan sistem kurikulum dan tuntutan dunia yang mengglobal, kontroversi ujian nasional hingga profesionalisme guru yang harus dibangun secara konsisten (http://www.gramediashop.com). Buku lainnya yang telah beliau terbitkan antara lain Menuju Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu (1989), Memantapkan Sisdiknas (1991) dan Pendidikan Nasional sebagai Transformasi Budaya (2003).

Pak Dijarto, lahir di Pemalang, pada 17 Juli 1938. Pria yang telah memasuki usia 73 tahun tersebut kini menjabat Ketua Umum Dewan Pembina ISPI periode 2009-2014. Ia menyelesaikan sarjana pendidikan dari FKIP Unpad Bandung 1962. Kemudian Master of Arts bidang Kurikulum dari University California, AS 1971, dan doktor dari IKIP Bandung pada 1981. Menurut St Sularto—Wakil Pemimpin Umum Kompas, Soedijarto merupakan seorang pakar praktisi pendidikan yang menempatkan praksis pendidikan sebagai bagian dari usaha sepanjang hayat yang memerlukan keputusan politis. Sejarah perlu mencatat bahwa sosok ini saat menjadi anggota MPR (1999-2004) telah berhasil mengegolkan keputusan politis 20 persen dari APBN untuk anggaran pendidikan. Selain terlibat di dunia organisasi ternyata sempat menjadi birokrat. Ia pernah menjabat Ketua Badan Akreditasi Sekolah Nasional Depdiknas tahun 2003-2006, Kapus Kurikulum Depdikbud (1975-1981) dan terakhir menjadi Dirjen Diklusepora Depdikbud tahun 1991-1999.

Dalam kacamata Dr. Bedjo Sujanto—–Ketua I ISPI Pusat sekaligus Rektor UNJ, Pak Dijarto dalam kurun 40 (empat puluh) tahun telah menggeluti dunia pendidikan sebagai pendidik, ilmuwan, dan birokrat. Yang menarik menurut Pak Bedjo, bahwa beliau juga menekankan kesejahteraan diharapkan dapat berjalan seiring sejalan dengan tingkat kecerdasan masyarakat yang menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Perjalanan panjang telah beliau habiskan untuk ikut mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Kini, di usia yang tidak lagi muda itu beliau tetap aktif memberikan pencerahan seputar dunia pendidikan melalui forum seminar dan tentunya perkuliahan yang masih beliau ampu. Dalam kamusnya tidak ada kata pensiun walaupun secara formal ia telah pensiun dari tugas kedinasan semenjak beberapa tahun silam.

***