Jaelani: Bahasa Arab Perlu Pembiasaan dan Sering Dipraktekkan

Pak Jae. Demikian panggilan akrab salah satu guru di MTs Negeri Majenang itu. Pria kelahiran Cilacap, 11 Mei 1975, pada enam bulan lalu berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Dia telah menghantarkan siswanya—Nur Hafidzin meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat Jawa Tengah pada acara Porseni MTs 2011.

Lulusan STAIN Purwokerto yang setiap harinya harus ngelaju mengendarai roda dua dari rumah ke MTs sepanjang 30 KM itu tetap enjoy melaksanakan tugasnya. Tidak pernah terdengar dia mengeluh. Bahkan semangat mengajarnya tetap prima, di tengah rasa capek yang menggelayutinya.

Saat ini Pak Jae bertempat tinggal di Karang Anyar, Tayem Timur, Karang Pucung Cilacap. Sedangkan MTs Negeri Majenang, di mana dia mengabdikan dirinya berada di Pahonjean Majenang. Tak pelak, butuh dua jam untuk pulang pergi dari rumah menuju MTs.

Jaelani, yang pehoby membaca dan olahraga itu termasuk sosok guru aktivis. Ketika banyak guru lain sepulang mengajar menggunakan waktunya untuk kegiatan pribadi atau keluarga, dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk terlibat di masyarakat. Mengajar anak-anak di TPQ Nurul Huda Karang Anyar selepas pulang sekolah menjadi pilihannya. Selain itu, suami dari Ida Rahayu itu juga aktif di organisasi keagamaan dengan didapuk menjadi Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Tayem Timur periode 2011-sekarang. Pengurus GP Ansor Anak Cabang Tayem Timur tahun 2011-sekarang dan semasa menjadi mahasiswa terlibat aktif dalam kepengurusan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Ranting Tayem Timur.

Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang diampunya. Tidak heran, Pak Jae begitu menguasai bahasa Al Qur’an tersebut. Beliau memiliki sebuah keyakinan ketika ingin menguasai bahasa Arab maka kuncinya pembiasaan.

“Karena bahasa adalah lisan, maka perlu pembiasaan dan sering dipraktekkan,” ujarnya. Menurut pendapatnya kalau bahasa Arab telah dipraktekkan maka akan merasakan indahnya berbahasa Arab. “Saat ini siswa belajar bahasa Arab seperti belajar mengaji. Artinya mereka kalau tidak dipaksa maka akan susah untuk belajar. Saat ini pelajaran bahasa Arab masih kurang diminati,” kata Pak Jae meyakinkan.


Menjadi Pembimbing Siswa

Kesuksesan dirinya membimbing Nur Hafidzin meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah tidak diraih dengan mudah. Hampir setiap hari harus menemani Nur Hafidzin berlatih bahkan sampai larut malam. Rasa capek dan malas tidak dihiraukan demi meraih prestasi bagi siswanya.

Beberapa strategi yang dia lakukan agar menembus juara yaitu dengan berdo’a dan berikhtiar. Latihan dan terus latihan ketika ada kesempatan. Tidak lupa menguji mental siswanya baik di depan guru maupun siswa lainnya.

Dia berharap, ke depan Bahasa Arab akan semakin diminati oleh para siswa MTs Negeri Majenang khususnya dan generasi muda muslim pada umumnya. Oleh karenanya perlu penyesuaian muatan kurikulum yang mengarah pada pencapaian kemampuan anak secara lebih optimal.

***