Sunarto : PNS Generasi Saya Harus Lebih Baik

Sunarto, barangkali termasuk guru yang beruntung. Setelah berjuang menjadi guru honorer dalam rentang waktu yang lama, kini dia menuai hasilnya. Pria kelahiran Demak, 13 Februari 1978 itu telah menjadi guru PNS di MAN 1 Demak DPK MA NU Demak. Sosoknya yang supel, full semangat dan murah senyum seolah menjadi ciri khas dirinya. Teman-teman suka memanggilnya Naruto.

Suami dari Dewi Setiyowati dan ayah dua anak —Muhammad Abimanyu Al Fattah dan Muhammad Damarjati Al Fattah— tersebut merupakan alumnus Jurusan Geografi IKIP Veteran Semarang.

 

Saya sempat menanyai guru pengampu mapel Geografi dan Sejarah itu tentang beberapa hal terkait dengan dunia pendidikan.

Bagaimana suka duka saat menjadi guru honorer?
Pertama, sukanya memiliki banyak pengalaman karena sering dikirim untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang otomatis menambah wawasan dan kompetensi sebagai guru. Kedua, dapat belajar dari guru-guru yang lebih senior.

Adapun dukanya honor yang diterima saat itu sangat minim sehingga harus mengajar di banyak tempat dan bekerja freelance sebagai sales buku atau LKS.

Bagaimana kiat agar tetap semangat dalam menjalani tugas saat masih honorer?

Namanya manusia pasti pernah mengalami kejenuhan apalagi honornya minim. Belum lagi kebutuhan harian keluarga yang begitu banyak. Namun, alhamdulillah isteri saya mau mengerti dan berkat dorongannya saya tetap bertahan menjalani hari demi hari sebagai guru honorer.

Saya berusaha menjadi guru dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Apa pun yang terjadi saya terus mengajar secara profesional. Saya tetap belajar dan mengembangkan diri di tengah keterbatasan yang ada. Alhamdulillah, akhirnya pada tahun 2009 SK CPNS saya turun.

Bagaimana kondisi guru PNS saat ini?

Guru PNS secara umum sudah lebih baik walaupun masih ada yang berperilaku kurang baik. Semoga PNS generasi saya bisa lebih baik lagi terutama menyangkut kedisiplinan, moralitas dan kinerjanya.

Apa harapan terhadap pemerintah terkait dengan PNS?
Apa ya… ya lebih diperhatikan dan ditingkatkan kesejahteraannya. Kemudian diberi kemudahan dalam rangka peningkatan kualitas diri untuk menjadi lebih baik.