Ahmad Tohari: Judul Harus “Seksi”

PURWOKERTO– Agar tulisan menarik perhatian orang sehingga mau membacanya tentu saja judulnya haruslah menarik. Nah, bagaimana membuat judul yang menarik?

Judul merupakan jembatan yang mengajak orang untuk mau membaca sebuah tulisan, karena itu, dalam sebuah tulisan, buatlah judul semenarik mungkin.

 

“Ibarat seorang gadis, ia harus lenjeh, harus seksi. Jangan membuat judul dengan kata-kata yang sudah lelah, seperti, ‘Ayat-ayat Cinta’, ‘Dzikir Cinta’, ‘Mihrab Cinta’, ‘Gelombang Cinta’ dan cinta-cinta yang lain,” kata novelis, Ahmad Tohari di gubug sastra samping kediamannya, dalam “Workshop Sehari Nulis Novel” yang digelar oleh Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Jawa Tengah dan Komunitas Penulis Muda Indonesia (KPMI), kemarin.

Dalam membuat sebuah tulisan, baik itu fiksi maupun nonfiksi, membuat kerangka tulisan itu menjadi keharusan. Kerangka itu, tidak harus di tuliskan, namum haruslah kuat, ibarat sebuah kamera untuk memotret, lensanya haruslah kuat.

Detail.
“Lalu kita tinggal menuliskan detailnya. Namun dalam menulis otak dan kita harus bersih. Jangan jadikan tulisan untuk yang tidak-tidak, menghasut orang lain misalnya,” katanya.

“Menulis adalah sebuah amanah ilahi. Sebab manusia diberi kemampuan dalam hal pengetahuan, bahasa dan sebagainya,” lanjut penulis novel “Orang-Orang Proyek” yang juga menjadi Pembina Agupena Jateng itu.

Dalam workshop itu, hadir puluhan guru yang tergabung dalam Agupena Jateng dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah, seperti Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Temanggung, Banjarnegara, Kebumen Purworejo, dan anggota KPMI Semarang.

“Ini merupakan realisasi dari program kerja kami yaitu workshop penulisan fiksi. Kami berdiskusi, saling tukar pikiran dan pengalaman menulis. Bagi yang belum pernah menulis, diharapkan menjadi motivasi mereka untuk menulis. Untuk yang sudah menulis, agar tidak berhenti kreativitasnya,” kata ketua Agupena Jateng, Deni Kurniawan Asari.

Wardjito Soeharso, ketua KPMI, mengatakan, kegiatan itu merupakan kerja bareng untuk ngangsu kawruh dalam hal proses kreatif menulis.

Harapannya, ke depan, banyak lahir penulis dan pengarang dan bisa eksis. (rj-64)

Sumber : Suara Merdeka