Memilih Sekolah Berbasis Pesantren untuk Sang Adik

Tiga hari lalu, saat mudik ke Cianjur, saya diminta orang tua untuk mengantar Nanda Ahmad Kurniawan –adik bungsu daftar sekolah plus pesantren. Konon, sang adik awalnya ingin masuk ke SMA N 2 Cianjur —almamater saya dulu— namun kemudian atas bujukan saya, dia kembali berkeinginan untuk masuk ke pesantren plus sekolah.

Pondok Pesantren yang dia pilih adalah Al-Ittihad yang beralamat di Bandung KM 4 Rawa Bango, Cianjur. Pesantren itu saat berdirinya bermodalkan tanah seluas 11.000 meter2 itu diberi nama Al-Ittihad karena para pendirinya berkeinginan untuk menjadikannya sebagai wujud kebersamaan, persaudaraan dan persatuan keluarga. Keluarga menyetujui bahwa tanah miliknya di sekeliling pesantren sebagai warisan orangtua diwakafkan untuk pengembangan dan pembangunan pesantren. Kini pesantren itu berkembang dengan cukup pesat dan menyediakan pelbagai fasilitas yang menunjang untuk sebuah proses pembelajaran bermutu.

Ada tiga alasan kenapa saya mengusulkan agar sang adik itu masuk pesantren plus sekolah. Pertama, setuju atau tidak, sekolah umum dibawah naungan diknas saat ini masih lebih dominan berorientasi pada kecerdasan intelektual (IQ). Sisi moralitas atau akhlaq masih kurang terperhatikan, baik dalam kurikulumnya maupun implementasinya di keseharian.

Kedua, hidup di zaman sekarang, tidak cukup hanya mengandalkan ilmu umum tetapi perlu juga memiliki ilmu agama. Tentu bukan bermaksud untuk memisahkan antara satu dengan yang lainnya. Fenomena banyaknya koruptor yang secara kapasitas keilmuan tidak diragukan namun hablumminalloh-nya yang kurang menyebabkan banyak yang terjerumus.

Ketiga, di pesantren akan dididik dengan pelbagai keterampilan dan kemampuan yang sangat dibutuhkan sebagai bekal hidup di masayarakat. Pesantren dengan segala kelemahannya dipandang mampu melahirkan sosok mandiri, tangguh menghadapi masalah dan lebih santun. Sebut diantara tokoh hebat lahir dari pesantren. Mulai Gusdur, Hidayat Nurwahid, Din Samsudin, Nurcholish Madjid sampai penulis muda yang saat ini sedang naik daun, Ahmad Fuadi yang alumni pesatren Gontor.

Nah, bagaimana sang adik pasca belajar di pesantren itu? Semoga apa yang menjadi harapan orang tua dan kakaknya dapat terwujud kelak, di kemudian hari.