Muttasir : Jalani Tugas Mengajar dengan Ikhlas dan Profesional

“Guru merupakan sebuah profesi. Oleh karenanya harus dijalani dengan ikhlas, profesional dan niat ibadah,” demikian ungkap Drs. Muttasir, guru matematika MTs Negeri Majenang yang juga menjabat Wakil Kepala Kurikulum.

Ayah dari Dian Rahayu Kurniasih (Alm.) dan Dwi Putra Abdillah Kurniawan itu termasuk pria asli Majenang yang lahir pada 5 Oktober 1965. Ia mengawali pendidikan pada TK Aisyiyah (1971), SD Muhammadiyah Pahonjean (1977), SMP Muhammadiyah Majenang (1984), SMA Muhammadiyah Majenang (1991) dan selanjutnya menempuh pendidikan di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung (UIN Bandung) dengan mengambil Tadris Matematika.

Muttasir (kanan) saat mendampingi kepala madrasah dalam rapat dinas

Suami dari Dra. Neny Laela Irmayanty, guru matematika MTs Negeri Majenang ini  termasuk guru senior yang telah banyak mengenyam pengalaman di dunia pendidikan.  Selain mengajar mapel matematika, ia mendapat amanah menjadi Wakil Kepala Kurikulum sejak tahun 2001 sampai sekarang. Tak heran, karena pengalamannya yang panjang itulah beliau berhasil mengantarkan siswa-siswinya kelas IX pada tahun ini meraih kelulusan 100 persen. Tentu, prestasi ini merupakan hasil kerja bersama  semua stake holder MTs Negeri Majenang dibawah kepemimpinan Bapak H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd. Namun, perannya sebagai orang yang menggawangi ‘dapur kurikulum’  juga tak bisa diremehkan.

Dalam kacamata beliau, MTs Negeri Majenang sebagai satu-satunya MTs Negeri yang berada di Majenang memiliki posisi  yang penting dan strategis di tengah masyarakat. “MTs Negeri Majenang sangat dinamis dan selalu berusaha untuk mengedepankan akhlakul karimah,” ujarnya. Tak pelak sudah banyak alumni dari MTs Negeri Majenang yang telah sukses dan aktif berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

Tanamkan Kemandirian dan Kejujuran
dsc00145Sosok yang jago bermain tenis meja ini berpesan kepada segenap guru agar berupaya untuk menanamkan kemandirian dan kejujuran kepada peserta didik. Hal ini penting, mengingat  salah satu fungsi pendidikan di tingkat dasar dan menengah adalah meletakkan nilai-nilai yang akan menjadi pedoman para siswa ketika telah terjun di masyarakat.

“Bila semua guru menjalani kewajibannya secara profesional, qona’ah, dan dilandasi rasa syukur maka tingkatan sejahtera tergantung pada diri sendiri” demikian pandangan Pengurus Dikdasmen PCM Muhammadiyah Majenang ini saat ditanya seputar kesejahteraan guru.