Guru SMK Kabupaten Banyumas Ikuti Pelatihan Internet

PURWOKERTO- Sekitar 45 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMK kabupaten Banyumas mengikuti pelatihan internet dan pembuatan blog guru. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan untuk membantu, mendorong dan memfasilitasi para guru IPS agar menjadi guru profesional. Sebab Selama ini guru dituntut mempunyai kompetensi untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Ketua MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas, Deni Kurniawan As’ari mengatakan organisasinya selama ini berusaha untuk memfasilitasi guru agar lebih berkualitas. “ Untuk mencapai harapan itu, kami mengejawantahkannya dalam salah satu program yang kami lakukan saat ini.’

Selain itu ia juga mengatakan ingin menjadikan internet sebagai salah satu sumber alternatif dalam pembelajaran di sekolah-sekolah. Sebab diakuinya ada beberapa guru mata pelajaran IPS yang belum mampu memaksimalkan teknologi informasi untuk kepentingan pembelajaran. “Ada guru yang sudah familiar, namun ada pula yang belum tahu sama sekali dan ada juga yang niat ingin belajar.”

Kerjasama

Menurutnya, saat ini ada beberapa sekolah yang sudah memiliki jaringan internet dan ada juga yang belum. Tetapi kondisi itu seharusnya tidak bisa dijadikan halangan agar guru nantinya bisa berkembang di masa yang akan datang. “Saya sebenarnya sangat menginginkan nantinya para guru dapat mengenal internet lebih jauh, syukur-syukur bisa membuat blog sendiri dan dapat dimnfaatkan semaksimal mungkin.”

Untuk menyelenggarakan pelatihan internet dan pembuatan blog guru tersebut, dia menggalang dana dari sekolah-sekolah yang mengirimkan gurunya dalam kegiatan ini. Diakuinya dalam pelatihan tersebut, ia sengaja bekerjasama dengan STIMIK Widya Utama Purwokerto.

“Kerjasama dilaksanakan untuk menekan biaya, sebab biasanya guru-guru jika mengadakan pelatihan seperti ini dilaksanakan di LPMP (Lembaga Penjamainan Murtu Pendidikan -red) Semarang. Anggaran dananya pun dari pusat.”

Karena itulah dia mengharapkan organisasinya ke depan lebih bisa mandiri dan kreatif. Sebab diakuinya, selama ini dinas belum bisa berbuat optimal untuk mengembangkan kemampuan guru, walaupun sampai saat ini ia masih tetap terus berkoordinasi dengan dinas.

Gayung bersambut, Ketua STIMIK Widya Utama Purwokerto, Edy Sulistiyanto menyatakan kerjasama ini merupakan salah satu bentuk program untuk pengabdian masyarakat yang dilakukan lembaganya.

Dia juga mengharapkan hasil dari pelatihan ini bermanfaat bagi para guru. “Selain itu juga dapat bermanfaat bagi anak didik dan kalau bisa masayarakat umum.” pungkasnya. (K 10-88)

Sumber: Suara Merdeka, 2 September 2009 (Serayu)