ISPI Banyumas Gelar Dialog Pendidikan2

PURWOKERTO-Permasalahan pendidikan di Banyumas sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Persoalan angka anak putus sekolah misalnya, seharusnya perlu diselesaikan bersama.

Semua elemen harus berfikir bagiamana mendorong agar seluruh anak usia sekolah di Banyumas bisa mengenyam pendidikan.

Hal itu terungkap dalam acara halal bihalal dan dialog pendidikan Ikatan sarjana Pendidikan (ISPI) Cabang Banyumas di aula SMA N 2 Purwokerto, Minggu (26/9).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Purwadi Santoso, Undang-undang Sisdiknas telah menerapkan sistem paradigma kritis yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan di bangku sekolah. Apalagi pemerintah juga telah memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bertujuan agar anak usia sekolah bisa bersekolah.

“Saat ini telah diterapkan otonomi pendidikan dan sekolah. Artinya, untuk memajukan pendidikan, pelaksanaannya diserahkan secara penuh ke daerah. Meski begitu perencanaan dan supervisinya tetap dilakukna pusat sehingga seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, semestinya berupaya untuk mengimplementasikan otonomi pendidikan tersebut, “katanya.

Namun, lanjut dia, untuk mewujudkannya cukup sulit. Di Banyumas, APK untuk SD sudah di atas 100 persen. SEdangkan APK SMP telah mencapai 90 persen dari sebelumnya yang hanya 87 persen, sehingga masih ada 10 persen anak yang belum sekolah.

Sementara APK SMA sudah mencapai 60 persen dari yang sebelumnya 57 persen. Karena itu, dalam mewujudkan perubahan di dunia pendidikan dalam suatu titik tertentu, perlu adanya urun rembug dan masukan dari berbagai komponen pendidikan.

Menurut Eko Priyono, Guru SMKN 2 Bawang, sekarang ada kecenderungan masyarakat kehilangan jati dirinya. Sehingga, kata dia, diperlukan adanya pendidikan karakter. Dengan begitu, permsalahan di dunia pendidikan nisa terpecahkan.

Adapun Purwadi mengatakan, sebenarnya pendidikan itu merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter. bahkan seluruh pelajaran yang diberikan kepada peserta didik merupakan upaya untuk membangun karakter.

Deni Kurniawan As’ari, Sekretaris ISPI Banyumas, menjelaskan, acara dialog yang digagas ISPI itu sebagai wahana untuk pertukaran informasi serta urun rembug dalam memecahkan permasalahan pendidikan di Banyumas. Selain itu, memupuk kebersamaan dan kerjasama yang sinergis antara ISPI dan keluarga pendidikan Banyumas (H48-35)

Suara Merdeka.