Saatnya Guru Terapkan Pembelajaran Aktif

Purwokerto – Sistem pembelajaran satu arah yang diterapkan pda guru terhadap siswanya selama ini perlu diubah. Model pembelajaran seperti itu sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dunia pendidikan sekarang. Mereka perlu menerapkan sistem pembelajaran aktif.

Menurut Dra. Hj. Nani Rosdijati MM, Widyaiswara dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng, dalam menyampaikan materi pelajaran selama ini guru yang lebih banyak berbicara di depan keas dan siswa mendengarkan.

Padahal, cara seperti itu dapat menyebabkan siswa menjadi bosan dan materi tidak mengena, sehingga perlu ada desain atau cara lain dalam menyampaikan agar terjadi komunkasi dua arah, yakni sistem beajar aktif.

Sebenarnya di dalam Permendikas No. 41 / 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah juga telah disinggung mengenai belajar aktif. Dalam peraturan itu disebutkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Harus Ada Dialog
Menurut dia, interaktif berarti harus ada dialog antara guru dan siswa, baik guru dan siswa juga harus memberi ide demi kemajuan pembelajaran. Kemudian agar kegiatan belajar mengajar dapat menyenangkan, pendidik perlu mencari model pembelajaran yang membuat siswa tidak merasa bosan.

Selain itu materi yang diberikan hendaknya juga memberikan tantangan bagi siswa untuk lebih tahu serta memotivasi siswa, “ungkapnya dalam Workshop Metode Pembelajaran IPS MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas di aula SMK Wiworotomo, sabtu (30/10).

Dalam mewujudkan pembelajaran aktif tersebut, kata dia, guru harus menciptakan cara pembelajaran, sehingga siswa melakukan sesuatu mengamati suatu benda atau mengamati suatu kejadian, berinteraksi dengan orang dan lain (guru, siswa atau nara sumber) dan berdialog dengan diri sendiri (refleksi). Model seperti ini yang semestinya diterapkan para guru.

Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. H Joko Wiyono, M.Si menjelaskan untuk mewujudkan kemajuan di dunia pendidikan ada tiga hal yang harus dimiliki guru, yakni kompentesi, keinginan untuk menyesuaikan dengan dinamika teknologi, dan terus menerus untuk belajar. Karena itu ia menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan MGMP ini. “ Para guru hendaknya tidak skepsi terhadap model pembelajaran yang baru, “ kata dia.

Sementara ketua MGMP IPS Banyumas, Deni Kurniawan As’ari, mengungkapkan ke depan tantangan para guru akan semakin besar, sehingga perlu menciptakan sistem pembelajaran yang efektif. (H48-17).